SIKAP DASAR

Sikap Dasar KI dan Penerapannya

Menyaksikan kerja keras dan perjuangan para pegiat Kelas Inspirasi serta para guru dan kepala sekolah yang terlibat di dalamnya, maka di bawah ini dirumuskan pelajaran tentang sikap dasar terbaik agar kegiatan dan tujuan Kelas Inspirasi dapat tercapai.

Sukarela

Semua pihak yang terlibat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kerelaan hati. Mereka terlibat tanpa paksaan, baik sekolah maupun relawan/pegiatnya.

“Salah satu topik perdebatan sengit di awal perumusan kelas inspirasi adalah keharusan untuk mengambil cuti. Di satu pihak, teman teman berpendapat bahwa untuk mengikuti KI, calon sukarelawan harus mengambil cuti kerja. Selain karena tidak semua sekolah masuk di hari sabtu, cuti juga berfungsi sebagai “harga” yang harus dibayar untuk mengikuti KI. Sementara pendapat yang lain berkata syarat harus cuti terlalu berat. Dalam kesempatan tertentu, sehari cuti bahkan bisa lebih berharga daripada gaji. Dengan harga semahal itu, dikhawatirkan sedikit sekali professional yang bisa ikut KI.
Yang terjadi kemudian ternyata 180 derajat di luar perkiraan kami. Tidak cukup cuti satu hari, kebanyakan inspirator KI bahkan sudah cuti beberapa hari sebelumnya untuk mempersiapkan materi atau survey ke sekolah. Tidak sedikit juga yang cuti untuk kembali ke sekolah setelah acara selesai. Fenomena ini konsisten terjadi mulai dari KI perdana hingga saat ini dimana KI sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Sukarelawan, menurut KBBI adalah orang yang melakukan sesuatu tanpa ada kewajiban dan tidak dipaksa. Berkat Kelas Inspirasi, saya belajar definisi tambahan tentang kata ini. Sukarelawan adalah orang yang memberi sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang diminta. Tidak cukup hanya dengan menambah nilai, sukarelawan juga memberi sesuatu yang tak ternilai.” (Kiki Ahmadi)

Bebas kepentingan

Kegiatan ini bebas dari relasi dengan institusi perusahaan/lembaga tempat pegiat bekerja, relasi dengan motif pemasaran perusahaan dan berbagai kepentingan nonpendidikan yang tidak relevan. Satu-satunya kepentingan yang ada adalah demi masa depan anak-anak Indonesia.

“Semangat di KI yang paling terasa adalah semua orang datang sebagai dirinya sendiri. Tidak membawa institusi, tempat kerja, atau kepentingan lain. Kepentingan yang kita bawa terasa sama, yaitu mengajak semakin banyak orang untuk lebih peduli pendidikan dan ikut serta membangunnya bersama. Semangat ini selalu didengungkan dan dijalankan oleh para relawan, baik kepada sesama relawan ataupun institusi, lembaga, atau perusahaan yang ingin turut serta. Relawan-relawan yang meninggalkan ego-ego pribadi atau golongan. Buat saya, dengan semangat untuk berkontribusi sebagai diri sendiri, tanpa embel-embel kepentingan lain, membuat lebih banyak orang percaya dan tidak ragu-ragu untuk ambil bagian.” (Atiek Puspa Fadhillah)

Tanpa biaya

Tidak ada biaya, yang dipungut dari pihak relawan, sekolah, atau manapun. Tidak juga melibatkan pendanaan dari perusahaan atau lembaga lain. Satu-satunya pendanaan yang mungkin hanyalah iuran dari relawan/pegiat.

“Mengenal teman2 relawan yang mau meluangkan waktu & tenaganya tanpa dibayar, serta bertemu murid2, guru2 & seluruh pihak sekolah yang rela sekolahnya “dipinjam” untuk sama2 berbagi cerita dan harapan, membuat saya percaya bahwa mendukung pendidikan tidak selalu dengan materi. Di KI kehadiran dan semangat bersama menjadi energi positif yang luar biasa 🙂 “(Raissa Almanda)

Siap belajar

Bersikap terbuka dan saling belajar, baik sekolah, pegiat/relawan dan semua pihak yang terlibat. Relawan terbuka belajar khususnya bagaimana mengajar di depan kelas, sekolah juga terbuka dengan masukan dari relawan khususnya tentang penyelenggaraan kegiatan ini.

“Sesuai namanya, Kelas Inspirasi adalah ‘kelas’ bagi semua orang yang sukarela berpartisipasi mengambil peran didalamnya. Baik sebagai panitia, relawan, guru, kepala sekolah, siswa, dan termasuk orang tua. Semua orang datang ke ‘kelas’ Kelas Inspirasi untuk sama-sama saling belajar melalui interaksi yang terbangun. Yang paling saya suka yaitu pada saat semua orang terlibat dengan pikiran terbuka belajar banyak hal baru, tanpa perasaan menggurui, penuh suka cita dan tak lupa saling memberikan apresiasi sesudahnya. Saya sendiri belajar banyak hal: pengetahuan, pengalaman, permainan, tips & trik, kepahlawanan dan banyak hal lainnya. “(Adhi Nugroho)

Ambil bagian langsung

Para pegiat dan juga pihak sekolah selalu siap turun tangan langsung, fokus pada aksi dan dampak bagi siswa dan kemajuan sekolah. Kesiapan turun tangan juga dibuktikan dengan siap mengambil cuti pada hari H dan siap untuk berkorban menyiapkan berbagai hal sebelum hari H.

“Pada pelaksanaan Kelas Inspirasi, semua relawan inspirator dan dokumentator terjun langsung mulai dari persiapan Hari Inspirasi sampai hari-H tanpa melihat status sosialnya. Tidak peduli apakah dia seorang CEO ataupun staf biasa, semua relawan berkontribusi secara langsung membagikan ilmu yang mereka miliki baik kepada anak-anak maupun sesama relawan.” (Raisha Jauhar)

Siap bersilaturahmi

Terbuka untuk membangun silaturahmi, baik relawan maupun sekolah. Relawan dan sekolah terbuka, saling rendah hati dan tulus untuk terus menjalin silaturahmi demi kemajuan sekolah dan pendidikan bersama.

“Kelas Inspirasi buat saya adalah ruang interaksi untuk bertemu dengan orang-orang baru yang keren dan mempunyai semangat yang sama, yaitu membangun mimpi anak Indonesia. Interaksi adalah sebuah keharusan dalam kegiatan ini, salah satunya siap bersilaturahmi, artinya kita siap untuk bertegur sapa kembali dengan para relawan, panitia, dan juga sekolah yang pernah dikunjungi. Apa yang bisa dilakukan saat silaturahmi? Banyak yang bisa kita lakukan, misal: merancang kegiatan baru yang positif atau sesederhana kembali ke sekolah dan menyapa kembali anak-anak, orang tua, dan para guru. Dalam Kelas Inspirasi semua relawan yang pernah bergabung, adalah teman ‘seperjuangan’ artinya kita sah saja bahkan dianjurkan untuk menyapa satu sama lain, tidak hanya di kegiatan Kelas Inspirasi namun dikesempatan lain ketika bertemu. “(Seoul Nainggolan)

Tulus

Semua pihak percaya bahwa ini bukan tentang diri relawan, bukan tentang para pengurus sekolah tetapi demi anak-anak Indonesia yang akan lebih percaya diri dan siap berjuang menyongsong cita-cita mereka.

Testimoni Relawan :

“Adalah penting untuk melakukan setiap proses dalam Kelas Inspirasi dengan hati yang tulus, karena ini bukan tentang diri kita sebagai relawan, tetapi tentang anak-anak Indonesia yang memiliki cita-cita setinggi langit dan memiliki kepercayaan diri lebih daripada sebelumnya untuk mengejar mimpi mereka. Ketulusan relawan yang saya lihat dan rasakan selama ini adalah ketika relawan selalu berusaha memberikan yang terbaik dari dirinya masing-masing, mempersiapkan alat peraga dan menjalani setiap kerepotan yang menyertai dalam proses Kelas Inspirasi untuk menemani anak-anak Indonesia berjuang membangun dan mengejar mimpinya. Buat saya, hati yang tulus itu menular, menenangkan hati dan membagi kebahagiaan. “(E. Selvani)

sumber :kelasinspirasi.org